KODE IKLAN DFP 1 Contoh Soal Uraian Bahan Fabel | kumpulan tips dan trik menarik

Contoh Soal Uraian Bahan Fabel

KODE IKLAN 200x200
KODE IKLAN 336x280
Dalam menyusun sebauh rangkaian penilaian, maka harus diperhatikan beberapa aspek. Minimal tingkat keterbacaan soal harus bisa dijangkau oleh masing-masing siswa penerima didik kita.

Ada beberapa hal yang bisa ditanyakan dalam bahan fabel. Bisa bahan teoritis maupun pribadi praktif penerapan ilmu yang telah didapat selama proses pembelajaran.

Misalnya pola soal untuk bahan fabel yang paling sederhana adalah:

Contoh Soal 1:

Apa yang dimaksud dengan fabel?

Jawaban: Fabel ialah karya dongeng yang semua tokoh dalam dongeng tersebut ialah binatang.

Contoh Soal 2:

Sebutkan empat struktur teks fabel!

Jawaban: Orientasi, Komplikasi, Resolusi, Koda.

Contoh-contoh soal di atas ialah pola soal yang tidak aplikatif. Bukannya dilarang digunakan. Bentuk soal untuk bahan fabel ibarat pola di atas tidak melatih kemampuan menganalisis penerima didik. Jika semua pertanyaan ibarat di atas maka hanya akan melatih siswa untuk menjadi mesin pengingat.

Maka ada baiknya, selain soal untuk teks fabel berupa hafalan teori juga bisa memakai soal yang membutuhkan analisis dari siswa untuk bisa menjawab.

Contoh soal untuk bisa menciptakan siswa berpikir kritis dan berguru menganalisis tampak pada kumpulan soal teks fabel berikut ini:


Bacalah kutipan fabel berikut ini dengan seksama!

Percakapan Para Unggas

Burung Perkutut sedang terbang mencari makan. Dia terbang naik turun dari atas pohon sampai ke tanah. Begitu menerima masakan beliau terbang lagi ke atas pohon. Dari kejauhan Bebek berjalan mendekati pohon yang ada di tepi sungai.

Ketika berpapasan, Bebek berkata, “enak sekali hidupmu Perkutut, bisa terbang ke sana ke mari. Sementara saya meski punya sayap tidak bisa terbang. Berjalan pun pelan.”

“Jangan berkata begitu, Bek.” Sahut si Perkutut, “Kamu memang tidak bisa terbang, tapi kau bisa berenang. Sedangkan aku, jangankan berenang. Berjalan dengan kaki pun saya tidak bisa.”

“Kalian kenapa bertengkar? Sudah-sudah!” Jago berteriak dari kejauhan. Si Jago berlari menuju ke arah Perkutut dan Bebek. “Jangan saling menyalahkan. Lakukan saja hidup kita, syukuri apa yang kita punya.” Burung Perkutut dan Bebek melamun mendengarkan ucapan si Jago.

Si Jago melanjutkan ucapannya, “Bebek, kau tidak bisa terbang. Tapi bisa berenang dan bulumu tidak bisa lembap meski terkena air. Kamu hebat. Bisa cari makan di dalam air. Burung, kau memang tidak bisa jalan. Tapi bisa terbang tinggi. Bikin sarang di pohon. Hebat juga.”  Jago berkata sambil mencakar-cakar tanah. “Aku tak bisa terbang, tak bisa berenang. Setidaknya saya masih punya cakar yang bisa kugunakan mencari makan.”

Mendengar klarifikasi si Jago, Perkutut dan Bebek menunduk. Di dalam hati masing-masing beliau bersyukur sebab punya kelebihan yang bisa dipakai untuk mencari makan dan menghadapi hidup.

1.     Latar daerah terjadinya kejadian fabel di atas adalah……….
2.     Watak tokoh Ayam dalam dongeng di atas ialah ……………….. Alasannya, ……………………..

3.     Tulislah rangkaian kejadian fabel Percakapan Para Unggas, Lengkapi rangkaian kejadian berikut ini!
a.     Awalnya……
b.     Kemudian…..
c.      Selanjutnya…..
d.     Akhirnya…..

4.     Amanat yang bisa kita ambil dari dongeng fabel di atas adalah……


Nah, kalau bentuk soalnya ibarat di atas, maka siswa yang mengerjakan soal tersebut harus berpikir logis, berpikir kritis, tapi tetap terarah. Siswa tidak begitu kesulitan saat menghadapi soal ibarat di atas sebab sudah diberi rambu-rambu yang jelas.

Untuk Jawaban dan Pembahasan Soal uraian di atas sanggup dibaca dalam artikel yang berjudul: Jawaban dan Pembahasan Contoh Soal Materi Fabel 'Percakapan Para Unggas'

Selebihnya, silahkan kembangkan bentuk soal untuk bisa mengukur dan melaksanakan evaluasi biar bisa sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.
KODE IKLAN 300x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE IKLAN DFP 2
KODE IKLAN DFP 2